Langsung ke konten utama

Postest Proses Perancangan Basis Data (lanjutan)

a. Faktor-faktor untuk memperlancar pemilihan DBMS :

Pemilihan DBMS berdasarkan beberapa faktor, beberapa hal teknis, ekonomi dan kebijakan organisasi. Faktor teknis berhubungan dengan ketepatan DBMS yang dipilih. Hal-hal yang harus dipertimbangkan secara ekonomi dan factor organisasi adalah ;
1.      Software acquisiton cost
2.      Maintenance cost
3.      Hardware acquisition cost
4.      Database creation and conversion
5.      Personal cost
6.      Training cost
7.      Operating cost
Beberapa faktor ekonomi dan organisasi yang berakibat pemilihan suatu DBMS:
a.       Organization-wide adoption of a certain
b.      Familiarity of personnel with the
c.       Availability of vendor service


b.

1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Pemanfaatan basis data (database) memungkinkan untuk dapat menyimpan (insert), merubah (update), dan menampilkan (Select) kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah.
2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
Dengan basis data efisiensi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan, karena penekatan jumlah redudansi data, baik dengan sejumlah pengkodean atau dengan membuat tabel-tabel yang saling berhubungan.
3. Keakuratan (accuracy)
Pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan / batasan (constraint) tipe, domain dan keunikan data dapat diterapkan dalam sebuah database.
4. Ketersedian (availability)
Dapat memilah data utama / master, transaksi, data histori hingga data kadaluwarsa.
Data yang jarang atau tidak digunakan lagi dapat diatur dari sistem basis data aktif.
5. Kelengkapan (completeness)
Lengkap / tidaknya data dalam sebuah database bersifat relatif. Bila pemakai sudah menganggap sudah lengkap yang lain belum tentu sama.
6. Keamanan (security)
Pemanfaatan database memungkinkan kita untuk menentukan siapa saja yang berhak menggunakan database beserta objek-objek di dalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.
7. Kebersamaan Pengguna (sharebility)
Basis data dapat digunakan oleh beberapa pemakai dan beberapa lokasi.
Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung multiuser dapat memenuhi kebutuhan, akan tetapi harus menghindari inkonsistensi data.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pretest Proteksi Basis Data

Untuk memproteksi data terhadap segala macam kemungkinan, DMBS menyediakan kontrol untuk :   1. Security , 2.Integrity,   3. Recovery, 4.Concurrency v   SECURITY DATA Security merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh user yang tidak berwenang. Organisasi harus dapat mengidentifikasi masalah keamanan yang mungkin mengganggu jalan operasional basis data. Penyalahgunaan basis data dapat dikategorikan sebagai tindakan yang disengaja maupun yang tidak sengaja. v   INTEGRITAS DATA Salah satu karakteristik sistem informasi yang baik adalah kemampuannya memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Keakuratan informasi hanya dapat diperoleh jika didukung perancangan dan implementasi database yang handal. Integrity di dalam istilah basis data berarti memeriksa keakuratan dan validasi data. Oleh karena itu database harus menjamin integritas (keutuhan) data yang disimpannya. Harus dijamin agar perubahan terhadap basis dat...

Postest - Integritas Data

a.  Kegunaan integritas data sendiri yaitu untuk menjaga kemurnian data atau menjaga data-data yang      tidak valid agar tidak masuk ke database. Integritas data juga tergolong murah dan mudah menjaga      data integrity di level database dibandingkan dengan aplikasi, selain itu bugs nya juga sedikit. b.  (1) integritas entitas ( entity integrity ), dimana tidak ada baris data duplikat dalam satu tabel,      (2) integritas jangkauan ( domain integrity ), dimana tidak ada item data yang melanggar jangkauan            nilai ditiap kolom data,      (3) integritas jangkauan ( referentian integrity ), yang menjaga relasi/korespondensi antar tabel,      (4) integritas data antar tabel ( redundant data integrity ) dimana data di sebuah tabel tidak berulang            di tabel lain,       (5) integritas aturan nyata ( bussine...