Langsung ke konten utama

POST TEST TEKNIK NORMALISASI

  • Pengertian Normalisasi
Normalisasi adalah proses penyusunan tabel-tabel dalam sebuah basisdata agar tidak menjadi redundan (double) atau rangkap data, yang dapat menyebabkan data menjadi anomali (penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya)  pada saat terjadi operasi manipulasi data seperti tambah, ubah dan hapus.


  • Tahapan Dalam Normalisasi
Sampai saat ini tahapan dari normalisasi yang sudah ditemukan adalah sebagai berikut :
1. Bentuk Tidak Normal (UNF / Un-Normalized Form)
2Bentuk Normal Pertama (1NF / 1st Normalized Form)
3. Bentuk Normal Kedua (2NF / 2nd Normalized Form)
4. Bentuk Normal Ketiga (3NF / 3rd Normalized Form)
5. Bentuk Normal Keempat (4NF / 4rd Normalized Form)
6. Bentuk Normal Kode Boyce (BCNF / Boyce Code Normal Form)

Namun dalam prakteknya untuk menormalisasi tabel-tabel dalam basisdata hanya sampai pada Normalisasi bentuk ketiga (3NF / 3rd Normal Form).


  • Studi Kasus
Pada sebuah Perpustakaan buku "ISTANA BUKU" terdapat dokumen dasar yaitu dokumen masukan dan dokumen keluaran sebagai berikut :

a. Dokumen Masukan




b. Dokumen Keluaran





  • Normalisasi-nya
1. Bentuk Tidak Normal (UNF)
Syarat :
Masukan semua atribut yang ada pada dokumen dasar (Dokumen Masukan dan Dokumen Keluaran) pada satu himpunan.
Langkah :
Masukan semua atribut yang ada pada dokumen masukan (Form Data Anggota, Form Data User dan Form Buku) dalam satu himpunan.


2. Bentuk Normal Pertama (1NF)
Syarat :
- Tidak ada baris yang duplikat
- Masing  masing Cell atau Atribut bernilai tunggal
Langkah :
- Hapus / Buang atribut yang duplikat (pada kotak merah) yang ada pada Bentuk Tidak Normal (UNF) menjadi Cell yang bernilai tunggal pada himpunan baru Normalisasi Bentuk Pertama (1NF).
Tentukan atribut yang akan dijadikan Candidate Key (Calon Kunci yang akan menjadi Kunci Utama).


          Gbr. Bentuk Tidak Normal           Gbr. Bentuk Normal Pertama

Keterangan :
* Candidate Key


3. Bentuk Normal Kedua
Syarat :
- Sudah dalam bentuk Normal Pertama.
- Semua atribut yang tidak termasuk dalam Primary Key memiliki ketergantungan fungsional pada Primary Key secara utuh.
Langkah :
Buat tabel baru dengan setiap himpunan yang saling ketergantungan secara fungsional antara atribut Primary Key dan atribut bukan kunci (atribut yang tidak memiliki kunci).


Grb. Bentuk Normal Pertama                  Gbr. Bentuk Normal Kedua


4. Bentuk Normal Ketiga (3NF)
Syarat :
Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
Langkah :
- Sudah dalam bentuk Normal Kedua
- Pisahkan atribut yang merupakan atau menjadi atribut detail (tidak tergantung secara langsung kepada atribut Primary Key). Pisahkan atribut (pada kotak merah) dari himppunan / dari tabel asal pisahkan ke tabel baru.


Gbr. Bentuk Normal Kedua               Gbr. Bentuk Normal Ketiga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Postest Proses Perancangan Basis Data (lanjutan)

a. Faktor-faktor untuk memperlancar pemilihan DBMS : Pemilihan DBMS berdasarkan beberapa faktor, beberapa hal teknis, ekonomi dan kebijakan organisasi. Faktor teknis berhubungan dengan ketepatan DBMS yang dipilih. Hal-hal yang harus dipertimbangkan secara ekonomi dan factor organisasi adalah ; 1.      Software acquisiton cost 2.      Maintenance cost 3.      Hardware acquisition cost 4.      Database creation and conversion 5.      Personal cost 6.      Training cost 7.      Operating cost Beberapa faktor ekonomi dan organisasi yang berakibat pemilihan suatu DBMS: a.       Organization-wide adoption of a certain b.      Familiarity of personnel with the c.       Availability of vendor service b. 1. Kecepatan dan kemudahan ( Speed ) Pemanfaatan basis data (database) memungkinkan untuk dapat menyimpan ( insert )...

Pretest Proteksi Basis Data

Untuk memproteksi data terhadap segala macam kemungkinan, DMBS menyediakan kontrol untuk :   1. Security , 2.Integrity,   3. Recovery, 4.Concurrency v   SECURITY DATA Security merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh user yang tidak berwenang. Organisasi harus dapat mengidentifikasi masalah keamanan yang mungkin mengganggu jalan operasional basis data. Penyalahgunaan basis data dapat dikategorikan sebagai tindakan yang disengaja maupun yang tidak sengaja. v   INTEGRITAS DATA Salah satu karakteristik sistem informasi yang baik adalah kemampuannya memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Keakuratan informasi hanya dapat diperoleh jika didukung perancangan dan implementasi database yang handal. Integrity di dalam istilah basis data berarti memeriksa keakuratan dan validasi data. Oleh karena itu database harus menjamin integritas (keutuhan) data yang disimpannya. Harus dijamin agar perubahan terhadap basis dat...

Postest - Integritas Data

a.  Kegunaan integritas data sendiri yaitu untuk menjaga kemurnian data atau menjaga data-data yang      tidak valid agar tidak masuk ke database. Integritas data juga tergolong murah dan mudah menjaga      data integrity di level database dibandingkan dengan aplikasi, selain itu bugs nya juga sedikit. b.  (1) integritas entitas ( entity integrity ), dimana tidak ada baris data duplikat dalam satu tabel,      (2) integritas jangkauan ( domain integrity ), dimana tidak ada item data yang melanggar jangkauan            nilai ditiap kolom data,      (3) integritas jangkauan ( referentian integrity ), yang menjaga relasi/korespondensi antar tabel,      (4) integritas data antar tabel ( redundant data integrity ) dimana data di sebuah tabel tidak berulang            di tabel lain,       (5) integritas aturan nyata ( bussine...